News / Pembangkitan

PLTU Suralaya 8 terbakar

Unit 8 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Suralaya, Cilegon, Banten, terbakar hebat malam ini. Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan kebakaran tidak menimbulkan dampak berupa pemadaman listrik. Pasokan listrik Jawa-Bali aman. “Tidak sempat terjadi pemadaman listik. Pasokan listik aman. Di sisi pelanggan juga aman. Dan kami sedang menyelidiki di lapangan bagaimana kondisinya,” kata Manajer Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, kepada detikcom, Rabu (21/9/2011). (detik.com).

Penyebab meledaknya Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Suralaya unit 8, Cilegon, Banten, pada pukul 21.40 wib tadi, Rabu, (21/09/2011), diduga dikarenakan penggerak belt Conveyor yang terlalu panas, atau over heat.Direktur Operasional Jawa-Bali, PLN, Ngurah Adnyana, saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (21/9/2011) malam mengatakan,  bahwa motor belt conveyor berfungsi membawa batu bara ke coal bunker telah over heat, sehingga menyebabkan ledakan. (Tribunnews.com).

Ledakan terjadi di unit 8 dan menyebabkan terjadinya kebakaran. Belum diketahui penyebab ledakan tersebut, namun dua karyawan mengalami luka bakar yang cukup serius pada sekujur tubuhnya. Dua karyawan yang mengalami luka tersebut adalah Safei, 23 tahun dan Anton Hidayat 22 tahun. Keduanya adalah Warga Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon. (Mediaindonesia.com)

PLTU 1 x 625 MW Suralaya 8 ini adalah termasuk program pecepatan Deversifikasi Energi (PPDE) tahap 1 yang dikelola oleh PT Indonesia Power, salah satu anak perusahaan PLN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s